Langsung ke konten

Seni Menolak Hal yang Baik demi yang Penting

Hal baik justru paling sulit ditolak. Gagasan Essentialism dari Greg McKeown membantumu memilih lebih sedikit komitmen dengan sengaja.

Banyak lingkaran kecil indigo berdesakan di satu sisi dan satu lingkaran oranye besar dengan ruang lega, di slate gelap

Teman sekelas mengajakmu masuk kepanitiaan acara kampus. Atasan menawarkan proyek baru yang katanya "bagus buat portofolio". Komunitasmu butuh relawan akhir pekan ini. Semuanya hal baik, dan justru di situ masalahnya. Kamu mengiyakan satu per satu, lalu sebulan kemudian pekerjaan yang paling ingin kamu selesaikan masih tertahan di urutan paling bawah.

Yang sulit ditolak justru yang baik

Greg McKeown membahas pola ini dalam buku Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less yang terbit pada 2014. Gagasan intinya ia ringkas sebagai less, but better: mengerjakan lebih sedikit hal supaya bisa memberi lebih banyak pada yang benar-benar penting. Dalam cuplikan buku itu, ia menggambarkan latihannya sebagai memilah the essential few from the many good, yaitu sedikit hal yang esensial dari sekian banyak hal yang baik.

Menolak hal yang jelas buruk itu gampang. Rapat tanpa agenda atau obrolan yang menghabiskan sore bisa kamu lewati tanpa banyak pikir. Yang berat adalah menolak hal yang memang bagus, karena hal bagus selalu punya alasan masuk akal untuk diiyakan.

Dua tahun sebelum bukunya terbit, McKeown menulis tentang apa yang ia sebut clarity paradox (paradoks kejelasan) di Harvard Business Review. Polanya empat tahap. Tujuan yang jelas membawa keberhasilan. Keberhasilan membuka lebih banyak pilihan dan kesempatan. Pilihan yang makin banyak membuat usaha terpecah. Lalu usaha yang terpecah menggerus kejelasan yang dulu membawa keberhasilan itu.

Mungkin kamu pernah merasakan versi kecilnya. Kamu bagus di satu hal, orang mulai melirik, lalu datang sepuluh ajakan lain.

Kenapa "iya" terasa aman padahal mahal

Dalam wawancara HBR IdeaCast, McKeown menyebut aturan tak tertulis yang dipegang banyak orang: kalau bagus, kerjakan; kalau masih muat, masukkan. Menurutnya, ukuran selonggar itu membuat kita mengiyakan hal yang seharusnya dipertanyakan dulu. Hasilnya ia gambarkan sebagai kemajuan satu milimeter ke sejuta arah.

Ada hal lain yang memperparah. Di artikel HBR tadi, ia menyinggung endowment effect: kecenderungan kita menilai sesuatu lebih tinggi setelah memilikinya. Komitmen yang sudah kamu pegang terasa lebih berharga dibanding sebelum kamu menerimanya, jadi makin susah dilepas.

Lalu ada tekanan sosial. McKeown bercerita tentang orang yang mengiyakan demi menyenangkan orang lain, demi meredam suasana, atau sekadar supaya tidak ada masalah. Ia juga membagikan titik balik dari hidupnya sendiri. Menjelang kelahiran salah satu putrinya, ia merasa tertekan untuk hadir di rapat klien, dan pada hari putrinya lahir ia tetap berangkat ke rapat itu. Belakangan ia menyebut pilihan itu tawar-menawar yang bodoh, lalu menarik pelajaran: kalau kamu tidak menentukan prioritas hidupmu, orang lain yang akan menentukannya.

Kamu tidak perlu menunggu momen sebesar itu. Setiap "iya" untuk hal baik selalu berarti "tidak" untuk hal lain, biasanya untuk pekerjaan penting atau waktu istirahat yang tidak pernah masuk kalender.

Empat cara memilih komitmen yang lebih sedikit minggu ini

1. Pakai pertanyaan yang lebih ketat. McKeown memakai contoh lemari baju. Kalau pertanyaannya "Apakah ada kemungkinan suatu hari aku memakai ini?", hampir semua baju akan tetap tersimpan. Kalau pertanyaannya "Apakah aku benar-benar suka ini?", lemari jadi lega dan ada ruang untuk yang lebih baik. Untuk ajakan atau permintaan, pinjam pertanyaan dari wawancaranya: apakah ini cara terbaik memakai waktuku?

2. Lepas satu sebelum menambah satu. Artikel HBR itu menyarankan aturan sederhana: hentikan satu kegiatan lama sebelum menambah kegiatan baru. Dengan begitu, komitmen baru harus lebih bernilai daripada sesuatu yang sudah kamu jalani. Minggu ini, sebelum menerima apa pun, sebutkan dulu apa yang akan digantikannya.

3. Balik pertanyaannya. Untuk melawan endowment effect, McKeown meminjam cara pikir dari Tom Stafford. Jangan tanya seberapa berharga kesempatan ini bagimu, tapi seberapa besar pengorbanan yang rela kamu berikan untuk mendapatkannya kalau kamu belum memilikinya. Ajukan pertanyaan itu pada komitmen yang sedang kamu pikul. Kalau jawaban jujurnya "tidak seberapa", itu calon yang bisa kamu kembalikan.

4. Pilih tiga untuk tiga bulan ke depan. McKeown punya "aturan tiga": setiap tiga bulan, luangkan tiga jam untuk menentukan tiga tujuan terpenting selama tiga bulan berikutnya. Kamu boleh mulai lebih kecil. Tulis tiga tujuan untuk sisa semester atau kuartal ini, lalu jadikan saringan untuk setiap permintaan baru yang datang.

Saat akhirnya menolak, buat singkat dan sopan. Ucapkan terima kasih, katakan dengan jelas bahwa kamu tidak bisa mengambilnya, dan kalau memungkinkan, tawarkan waktu lain atau orang lain yang lebih cocok. "Tidak" yang jelas hari ini biasanya lebih baik daripada "iya" setengah hati yang molor bulan depan.

Menjaga prioritas tetap terlihat di Snipset

Memilih lebih sedikit hal jadi lebih mudah kalau daftarmu memperlihatkan apa yang sudah kamu pilih. Di menu Tugas Snipset, setiap tugas bisa diberi salah satu dari empat prioritas, dari "Prioritas 1: Mendesak" sampai "Prioritas 4: Rendah". Coba simpan Prioritas 1 hanya untuk tugas yang melayani tiga tujuanmu, lalu turunkan sisanya atau jadikan calon untuk dihapus. Saat menambah tugas lewat Menu Tugas & Todo, kamu bisa menulis semuanya dalam satu baris, misalnya "Review PR besok jam 10 #qa P2", dan Snipset membaca tanggal, prioritas, serta tag dari baris itu. Kalau ingin melihat bagaimana Tugas berjalan bersama catatan dan jurnal, baca Catatan, Jurnal, dan Task dalam Satu App.

Lihat paket dan harga Snipset →

Iwan Kurniawan

Written by

Iwan Kurniawan

@belajarcarabelajar

Mau artikel Snipset lebih sering muncul di Google?

Tambahkan snipset.belajarcarabelajar.com sebagai sumber pilihan kamu di Google. Nanti artikel Snipset lebih sering muncul waktu kamu mencari, dan diberi tanda di Ringkasan AI.

Tambahkan Snipset di Google